Ikan cupang merupakan hewan peliharaan
yang membutuhkan perawatan sederhana.
Meskipun nampak sederhana, perawatan
yang tepat diperlukan agar cupang kesayangan Anda tetap sehat dan lincah.
Mengetahui bagaimana cara memberi makan
yang benar merupakan kunci keberhasilan pemeliharaan cupang.
1. Pastikan air akuarium tetap bersih
dan segar setiap saat. Ikan cupang sangat rentan terhadap penyakit akibat
bakteri yang ditularkan melalui air.
2. Saat memberi makan, pastikan ikan
cupang melihat makanan memasuki akuarium. Ikan cupang lebih suka makan dari
atas akuarium. Jatuhkan makanan di depan mulut cupang ketika ia melihatnya.
3. Ikan cupang agak rewel dalam urusan
makanan. Pastikan untuk menyediakan makanan yang disukai cupang seperti pelet,
jentik nyamuk, atau cacing merah.
Berikan makanan secara bertahap. Jika
cupang sudah habis memakan semua makanan, Anda dapat memberikan porsi kedua
dalam jumlah yang lebih sedikit.
4. Beri makan ikan cupang lebih banyak
selama masa pra-pemijahan. Pada masa ini ikan cupang memerlukan energi lebih
banyak. Namun beri makanan tidak lebih dari 4 kali sehari.
5. Anda dapat memberi makan anak ikan
cupang setelah berumur setidaknya 5 hari. Beri makan mereka dengan kuning telur
rebus.
Apakah air dalam wadah (akuarium) ikan
cupang Anda kotor? Apakah cupang Anda terlihat lesu?
Segera ganti airnya!
Mengganti air akuarium cupang sangatlah
mudah.
Berikut adalah cara mengganti air
akuarium ikan cupang:
1. Langkah pertama, ambil mangkuk
kosong dan isi dengan air bersih. Diamkan air sampai mencapai suhu ruangan.
2. Setelah air mencapai suhu ruangan,
ambil jala dan pindahkan ikan cupang dari akuarium ke dalam mangkuk tersebut.
3. Selanjutnya, buang air dari
akuarium. Jika terdapat batu atau aksesoris lainnya, bersihkan semuanya dalam
air mengalir.
Bersihkan akuarium dengan sabun tetapi
pastikan untuk membilas bersih sisa sabun dari akuarium.
4. Setelah bersih, isi kembali akarium
dengan air. Biarkan air mencapai suhu ruangan sebelum memasukkan ikan cupang
kedalamnya.
Memelihara ikan cupang atau ikan betta
bukan merupakan perkara sulit.
Ikan hias tersebut dikenal tidak
memerlukan perawatan yang rumit.
Hanya saja, kewaspadaan tetap
diperlukan terutama untuk mencegah masalah pencernaan pada ikan peliharaan Anda
Masalah pencernaan umum yang biasa
menyerang ikan cupang adalah sembelit (konstipasi).
Sembelit ditandai dengan perut cupang
yang tampak kembung.
Untuk menangani masalah ini, beri makan
ikan cupang dengan kacang polong setidaknya seminggu sekali.
Kacang polong membantu membersihkan
sistem pencernaan ikan cupang.
Sebelum memberi makan kacang polong,
pastikan ikan cupang tidak diberi makan apapun selama satu hari.
Pada hari berikutnya, kacang polong
bisa diberikan ke ikan peliharaan Anda. Berikut adalah caranya:
1. Siapkan kacang polong mentah
secukupnya.
2. Rendam kacang polong dalam air
selama 10 menit untuk melunakkan kulitnya.
3. Kupas kulit kacang polong dan bagi
menjadi dua.
4. Cincang setengah bagian kacang
polong dengan pisau hingga halus.
5. Masukkan kacang polong cincang ke
akuarium ikan cupang.
Cincang setengah bagian lain jika
cupang masih tampak lapar.
Tips Tambahan
-> Untuk mendapatkan perhatian
cupang, gerakkan jari Anda di atas air sebelum menjatuhkan kacang polong
cincang.
-> Jika cupang tidak tertarik makan,
letakkan sepotong kacang polong pada ujung tusuk gigi dan gerakkan di sekitar
akuarium.
Hati-hati, jangan sampai cupang terluka
oleh tusuk gigi.
-> Bersihkan sisa kacang polong yang
tidak termakan dari akuarium.
Ikan cupang atau ikan beta merupakan
ikan hias yang memiliki warna beraneka ragam serta sirip yang panjang
berjumbai.
Anak ikan cupang umumnya akan menetas
dalam wadah (akuarium) yang sama dengan induknya. Sebelum bertelur, induk
cupang akan membangun sarang gelembung dan meletakkan telur-telurnya di sana.
Biasanya, ikan cupang betina
dipindahkan dari wadah sebelum telur menetas. Namun, cupang jantan tetap
diletakkan dalam wadah sampai telur menetas.
Berikut adalah cara merawat anak ikan
cupang yang baru menetas:
1. Beri makan anak ikan cupang dua kali
sehari. Metabolisme anak cupang cukup cepat, sehingga mereka akan kelaparan
jika tidak sering diberi makan.
Beri makan anak ikan cupang dengan
kuning telur rebus. Pastikan ukuran kuning telur cukup kecil agar mudah dimakan
oleh anak cupang.
2. Biarkan cupang jantan merawat
anak-anaknya selama beberapa hari. Cupang jantan akan membuat sarang gelembung
di bagian atas wadah.
Ketika menetas, bayi cupang akan jatuh
ke dasar wadah dan cupang jantan akan menempatkan kembali anaknya ke dalam
sarang gelembung dengan mulutnya.
Proses ini berulang setiap saat anak
cupang jatuh. Setelah beberapa hari, cupang jantan dapat dipisahkan dari
anaknya dan dipindahkan ke tempat lain.
3. Seiring waktu, anak cupang bisa
diberi makanan yang lebih besar seperti cacing hidup atau cacing kering.
Namun ukuran makanan tersebut mungkin
masih terlalu besar untuk anak cupang sehingga Anda perlu untuk memotongnya
menjadi ukuran yang lebih kecil.
4. Wadah atau akuarium tidak perlu
dibersihkan selama beberapa minggu pertama. Anak cupang masih berukuran terlalu
kecil untuk menghasilkan limbah yang dapat mengotori air.
5. Sedapat mungkin tutup bagian atas
akuarium. Akuarium yang terbuka rentan terhadap perubahan suhu. Suhu yang
terlalu panas atau dingin bisa membuat anak cupang menjadi sakit.
6. Ketika anak cupang sudah berukuran
sekitar 2 cm, pisahkan dan tempatkan mereka dalam wadah tersendiri.
Ikan cupang yang mulai dewasa akan
saling bertarung bahkan sampai mati jika tidak dipisahkan.
Ikan cupang dikenal pula sebagai ikan
beta atau ikan Siam merupakan ikan hias yang relatif mudah dipelihara.
Untuk alasan ini, Anda tidak perlu menghabiskan
banyak waktu untuk merawat mereka.
Sekali ikan cupang ditempatkan
dalam wadah, Anda hanya perlu memberi makan dan mengganti airnya secara
teratur.
Berikut adalah tips merawat ikan
cupang:
1. Siapkan wadah sebelum Anda membeli
ikan cupang. Ambil ember kosong dan isi dengan air bersih. Diamkan beberapa
saat hingga air memiliki temperatur sama dengan suhu kamar.
2. Tambahkan batuan dan tanaman palsu
ke dalam wadah. Tuangkan air dari ember ke dalam wadah.
3. Periksa suhu air dengan termometer.
Suhu harus berada antara 22 hingga 27 derajat Celsius.
4. Periksa perbedaan suhu air antara
wadah di rumah dengan wadah dari penjual ikan cupang. Pastikan suhu air dari
kedua wadah tidak terpaut jauh.
5. Pindahkan cupang ke wadah dengan
hati-hati. Proses pemindahan yang tidak mulus akan membuat cupang menjadi
stres.
6. Beri makan ikan cupang dengan pelet
atau makanan kering. Cupang juga bisa diberi makan pakan hidup seperti jentik
nyamuk dan cacing.
7. Bersihkan wadah cupang setidaknya
sekali seminggu. Siapkan dahulu tempat penampungan cupang saat Anda
membersihkan wadahnya.
Pindahkan cupang ke wadah sementara
menggunakan jaring ikan.
8. Cuci bagian dalam wadah secara
menyeluruh dengan air hangat dan lap bersih dengan kain lembut. Cuci batuan dan
tanaman palsu untuk menghilangkan kotoran dan lendir.
9. Tempatkan batu dan tanaman kembali
ke dalam wadah. Isi ulang wadah dengan air bersih.
Jika perlu, diamkan air beberapa saat
untuk mencapai suhu kamar. Pindahkan kembali cupang ke dalam wadah yang sudah
dicuci dan diganti airnya.
Cupang merupakan ikan yang banyak
dipelihara karena warnanya yang beraneka ragam serta siripnya yang berjumbai
indah.
Memelihara ikan cupang relatif mudah
dan tidak memerlukan perlakuan khusus. Ikan cupang ideal diletakkan di kamar
tidur anak, di kamar mandi, atau di meja kerja.
Cupang dikenal pula dengan nama ikan
beta atau ikan Siam. Cupang jantan memiliki sifat agresif dan akan bertarung
dengan cupang lain jika tidak ditempatkan dalam wadah terpisah.
Identifikasi
Ikan cupang jantan memiliki sirip
berjumbai dengan beragam warna.
Ukuran cupang jantan bisa mencapai 6 cm
hingga 8 cm, sedang cupang betina memiliki ukuran tubuh lebih kecil dengan
bentuk dan warna sirip yang tidak seatraktif cupang jantan.
Ikan cupang umumnya didominasi warna
putih, merah, biru dan ungu.
Habitat
Ikan cupang dapat dipelihara dalam
wadah atau akuarium yang tidak terlalu besar.
Cupang jantan tidak boleh diletakkan
dalam wadah yang sama karena mereka akan bertarung sampai mati.
Berbeda dengan yang jantan, ikan cupang
betina dapat dipelihara bersama dalam satu wadah bahkan bisa dicampur dengan
ikan lainnya seperti guppy dan molly.
Jangan memelihara ikan cupang jantan
dan betina dalam satu wadah kecuali pada saat pemijahan karena cupang jantan
bisa membunuh cupang betina.
Pakan
Ikan cupang bisa diberi makan berbagai
makanan ikan dalam bentuk pelet, kering, atau pakan hidup.
Cupang hanya perlu diberi makan tiga
kali per minggu. Terlalu sering memberi makan hanya akan memperpendek umur
mereka dan membuat air dalam wadah cepat kotor.
Kesehatan
Ikan cupang yang dirawat baik dapat
hidup 4-5 tahun. Ganti dua pertiga air sekali seminggu.
Jangan mengganti semua air sekaligus.
Ikan cupang membutuhkan bakteri dalam air untuk bertahan hidup.
Suhu air yang optimal untuk cupang
berkisar antara 23 hingga 28 derajat Celsius. Cupang jantan lebih senang hidup
dalam air yang tidak difilter sedang cupang betina lebih menyukai air yang
difilter.
Asal
Cupang merupakan ikan asli dari Asia
Tenggara dan bisa ditemukan hidup di area persawahan.
Ikan cupang dapat dikawinkan sendiri di
rumah karena prosesnya yang tidak terlalu rumit.
Meski tidak sulit, namun ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan agar proses kawin berjalan sukses.
Berikut adalah tips mengawinkan ikan
cupang:
1. Pisahkan ikan cupang betina dari
cupang jantan setidaknya seminggu sebelum kawin.
Beri makan cupang betina dengan
berbagai variasi makanan seperti pakan hidup, pelet, dan pakan kering dua kali
sehari.
Ganti air dalam wadah lebih sering
dengan air suhu suam-suam kuku. Ketika cupang betina siap kawin, perutnya
akan membengkak (berisi telur) di atas ukuran normal.
2. Biarkan cupang jantan selama
beberapa hari di tangki pemijahan untuk membangun sarang dari gelembung kecil
yang akan muncul di permukaan air.
3. Pindahkan cupang betina ke dalam
tangki pemijahan. Cupang jantan akan mulai agresif mengejar cupang betina dan
menggigit siripnya.
Jika perilaku cupang jantan terlalu
agresif sehingga dikhawatirkan bisa membunuh cupang betina, pisahkan
keduanya dan coba lagi proses ini setelah beberapa hari.
4. Proses akan berlanjut dengan cupang
jantan mulai menggesekkan tubuhnya ke cupang betina.
Pada tahap ini, cupang betina mulai
melepaskan telurnya ke dalam air yang diiringi dengan pelepasan sperma oleh
cupang jantan sehingga terjadi pembuahan.
Proses ini berlangsung sekitar 10
sampai 20 detik dan bisa berulang selama beberapa jam. Cupang jantan
kemudian akan mengambil telur dengan mulutnya dan meletakkannya ke dalam sarang
gelembung.
5. Segera setelah kawin, pindahkan
cupang betina dari wadah pemijahan sehingga terhindar dari perilaku agresif
cupang jantan. Biarkan cupang jantan di dalam wadah bersama telur yang sudah
dibuahi.
6. Dalam dua sampai tiga hari setelah
kawin, ludah cupang jantan akan menyebabkan telur mulai menetas.
7. Pindahkan cupang jantan setelah dua
hari ketika anak cupang sudah mampu berenang secara mandiri.

